√ Pengertian Business To Business (B2B)

Business To Business (B2B) adalah model bisnis yangmana sebuah perusahaan menjual produk serta layanannya itu kepada perusahaan lain guna diproses lebih lanjut serta kemudian menjualnya kembali. Dengan kata sederhana, satu perusahaan itu menjual produk / jasanya ke perusahaan lain. Nah inilah yang menjadi pembeda Business To Consumer (B2C) ini berbda, karena di dalam B2C perusahaan itu menjual produk / jasanya langsung ke pelanggan yang menjadi konsumen.


Karakteristik Dari Business To Business (B2B)

Karakteristik atau ciri dari business to business ini adalah :

1. Banyak Pembuat Keputusan Ganda

Oleh karna Business To Business (B2B) biasanya terjadi di dalam sebuah rantai pasokan, yang artinya satu perusahaan itu memasok produk serta layanannya itu ke perusahaan lain, Membuat hubungan antar perusahaan itu jadi cenderung berlangsung bertahun-tahun. Oleh karena itu, perusahaan itu tidak mengambil keputusan dengan secara tergesa-gesa. Mereka itu mengikuti protokol standar serta dokumentasi yang tepat, kunjungan, evaluasi, inspeksi produk, negosiasi, serta juga  penandatanganan kontrak.

Disaat semua pihak setuju seperti petugas survei, petugas evaluasi dan inspeksi, serta manajemen menyetujui daftar yang bersangkutan, maka kedua perusahaan tersebut dapat menandatangani kontrak jual-beli.


2. Siklus Keputusan Penjualan / Pembelian Yang Lebih Lama

Berkaitan dengan penjelasan diatas banyak pengambil keputusan yang terlibat di dalam B2B, dan tiap-tiap pihak terkait itu harus menjalankan tugasnya. Dan itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit berbulan-bulan serta bertahun-tahun untuk dapat menyelesaikan kesepakatan antara dua perusahaan di dalam B2B.


3. Diskon Khusus Pelanggan

Sifat hubungan antara Business To Business (Bisnis Ke Bisnis) ini ialah jangka panjang, serta begitu banyak pemangku kepentingan yang terlibat. Perusahaan tentu ingin hubungan B2B itu berlangsung dalam jangka waktu lama karna hal tersebut baik untuk keduanya. Oleh karena itu, mereka kemudian memberikan diskon serta  tarif khusus kepada pelanggan bisnis mereka.


4. Tidak Ada Konflik dengan Saluran Penjualan Langsung

Pada saat berbicara mengenai penjualan langsung ke pelanggan atau tipe B2C, maka hal tersebutmelibatkan banyak masalah. Hubungan antara bisnis serta pelanggan terbatas, jangka pendek, dan juga tidak pasti. Apabila pelanggan tidak menyukai produk, harga, bahkan juga warna, maka dia akan pindah ke toko.Nah Hubungan B2B ini bebas dari konflik semacam itu.


5. Pasar Internasional

B2B ini juga tidak terbatas pada garis batas geografis. Perusahaan akan menjalankan bisnis secara global, baik itu dengan secara fisik ataupun digital. Minyak serta gas merupakan salah saatu contoh bisnis B2B. Bagaimana pemerintah serta perusahaan bekerja satu sama lain.


Perbedaan B2B Dan B2C

Business to customer (B2C) ini merupakan pola pemasaran yang mana perusahaan secara langsung menjual produk serta layanan mereka ke konsumen akhir.

Apabila di B2B, perusahaan itu menjual produk / layanan mereka ke perusahaan lain guna diproses lebih lanjut serta tahap selanjutnya ialah dijual kembali.

Jadi alurnya ialah pelanggan mengonsumsi produk di B2C, serta si pelanggan mengonsumsi, atau justrumenambah nilai produk, serta menjual kembali produk / layanan di B2B.


Jenis Model B2B

Terdapat banyak jenis bisnis yang memakai model B2B seperti misalnya penyediaan manajemen sumber daya manusia, pusat panggilan (call center),  perusahaan konstruksi, penggajian gaji, pajak,penelitian dan pengembangan, pemasaran,  periklanan, pengembangan web, dan desain.

Dibawah ini merupakan beberapa jenis Business To Business (B2B) berikut penjelasannya :

1. Model Berfokus pada Pelanggan (Customer-Centric Model)

Model yang berpusat pada pelanggan ini ialah perusahaan yang lebih memilih untuk membangun hubungan jangka panjang yang menguntungkan dengan para pelanggan bahkan dijadikan sebagai prioritas setelah penjualan terjadi. Nilai pelanggan itu tetap sama; dan tidak berubah setelah pelanggan itu selesai melakukan transaksi. Pada saat pelanggan menjadi fokus utama bisnis, maka mereka akan mempunyai pengaruh besar terhadap branding serta operasi perusahaan yang lain.

Contoh dari Jenis Customer Centric Mode ini adalah Amazon yang merupakan contoh utama bisnis e-niaga, serta mereka mengikuti model yang berpusat pada pelanggan. Mereka itu membutuhkan waktu bertahun-tahun guna mengembangkan hubungan yang andal serta dapat dipercaya oleh para pelanggan mereka, serta mereka juga setia pada merek mereka.


2. Model Terpusat Pembeli (Buyer Centric Model)

Model byer centric atau terpusat pada pembeli ini ini merupakan jenis model yangmana suatu perusahaan yang berbeda menetapkan harga pembelian yang lebih tinggi untuk si pembeli. Setelah pemasar serta penjual dari perusahaan yang berbeda itu mendekati pembeli dengan penawaran dan juga paket yang berbeda, serta juga mereka menjanjikan bahwa penawaran mereka itu akan melayani mereka dengan lebih baik. Pada akhirnya, pembeli itu akan membandingkan seluruh penawaran serta penawaran, dan juga memilih salah satu penawaran yang paling relevan dengan anggarannya.

Contoh dari Jenis Buyer Centric Model ini adalah Walmart, karena mempunyai pusat perbelanjaan di seluruh dunia. Tiap-tiap cabang Walmart itu mempunyai pemasok yang berbeda serta banyak. Namun, pemasok yang berbeda tersebut mendekati perusahaan dan juga mengajukan penawaran, dan penawar terbaiklah yang kemudian menjadi pemasok perusahaan.


3. Model Terpusat Perantara (Intermediary Centric Model)

Intermediary centric ini merupakan pembeli serta penjual yang berkumpul di platform yang sama untuk menyelesaikan transaksi. Model tersebut membangun platform umum bersama guna menarik pembeli serta penjual. Pada tiap-tiap transaksi terjadi, perantara itu akan mendapatkan komisi dari hasil transaksi. Pelanggan pun tidak dapat memeriksa seluruh produk di pasar digital. Namun platform yang disediakan perantara ini yang menjadi tempat yang tepat untuk memeriksa semua produk.

Contoh Dari Jenis Intermediary Centric Model ini adalah BukaLapak, eBay dan OLX, Penghasilan platform tersebut dapat dilakukan dengan melalui komisi setelah transaksi berhasil atau melalui iklan.


4. Model B2B Koneksi Langsung (Direct Connection B2B Model)

Model B2B koneksi langsung ini adalah perusahaan yang terhubung langsung ke seluruh mitra serta pemangku kepentingan guna berbagi serta mentransfer seluruh dokumen melalui elektronik.

Dengan kata lain, organisasi TI itu merupakan pihak ketiga terhubung pada bisnis kalian, serta yang akan mengelola seluruh operasi bisnis perusahaan kalian seperti pemetaan, dukungan teknis, terjemahan, serta juga pelacakan semua dokumen. Begitu platform kalian itu semakin besar, mengelola mitra serta  pemangku kepentingan itu akan menjadi prioritas utama untuk mengelola komunikasi mereka serta juga menyelesaikan masalah mereka.


5. Model B2B Jaringan (Network B2B Model)

Model B2B ini adalah sebuah jaringan yangdisaat kalian mempunyai banyak masalah serta kerumitan, kemudian jaringan masuk serta menyelesaikan seluruh masalah dan kerumitan itu. Model bisnis jenis ini dulunya berfungsi sebelum adanya internet. Dengan menggunakan model ini, maka kalian bisa membuat satu koneksi ke penyedia layanan untuk memakai protokol seperti FTP dengan melalui SFTP, FTPS, RosettaNet, VPN, dan AS2.


6. Model B2B Hibrid (Hybrid B2B Model)

Model Hybrid B2B ini adalah kombinasi dari dua model; koneksi langsung serta model jaringan B2B. Tujuan ialah  untuk menghemat biaya transaksi penyedia layanan, serta perusahaan juga akan terhubung dengan klien transaksi maksimum. Apabila kalian memakai model ini, maka perusahaan kalian akan mendapat keuntungan dari penyedia layanan, serta bekerja dengan banyak mitra dagang bervolume rendah.


7. Model B2B Terkelola (Managed B2B Model)

Model B2B terkelola ini ialah disaat perusahaan kalian melakukan outsourcing atau menyewa penyedia layanan luar guna mengelola seluruh proses B2B-nya. Keuntungan outsourcing yang paling jelas ialah biaya yang lebih rendah serta  kesederhanaan. Model ini hanya berguna apabila penyedia layanan perusahaan kalian itu membagikan dokumen melalui sistem ERP (Enterprise Resource Planning / Perencanaan Sumber Daya Perusahaan).

Model B2B terkelola ini akan melakukan aktivitas/kegiata seperti penerjemahan,  pelacakan dokumen, pemetaan, dukungan teknis, serta  operasi pusat data.


Strategi mengembangkan usaha B2B

Dibawah ini tips untuk memasarkan usaha B2B secara efektif dan efisien:

  1. Membuat rencana target pasar secara spesifik

    Dengan membuat daftar customer untuk menentukan item-item target pasar serta hal spesifik lainnya, agar kalian bisa menentukan jenis promosi apa yang akan digunakan untuk memasarkan bisnis.

  2. Memilih channel yang efektif

    Supaya bisnis kalian berjalan baik, maka hindari hanya memakai satu channel penjualan saja, kalian bisa pelajari channel yang ad kemudian sesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang punya. Dengan memanfaatkan Google Adwords, Media Sosial Seperti Facebook, Twitter dll juga bisa menjadi saluran penjualan yang efektif. Dan juga bergabung denga event off air guna menjangkau target yang prospektif.

  3. Membangun dan menjaga komunikasi yang baik dengan mitra usaha

    Kenapa?, karna dengan membangun komunikasi yang baik itu akan menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk keberlangsung bisnis kalian. Karna Pada hakikatnya Business To Business ini adalah transaksi yang prosesnya panjang serta melibatkan banyak pihak.

  4. Mengutamakan kepuasan klien atau pelanggan

    Dengan ini kalian memerlukan pendekatan yang baik kepada calon pelanggan sampai menjadi pelanggan kenalkan produk itu semaksimal mungkin. buatlah pelanggan itu menjadi loyal terhadap produk yang kamu jual dengan cara produk atau jasa yang kalian tawarkan itu memenuhi kebutuhan pelanggan.

  5. Membangun networking untuk memperluas jaringan bisnis.

    Dengan ini maka peluang kalian untuk menjaring pelanggan baru itu jadi lebih besar.


Kelebihan Model Business to Business (B2B)

Beberapa keuntungan dari model Business to Business (b2b) / Bisnis Ke Bisnis ini diberikan di bawah ini;

1. Stabilitas

Karna dilakukan antara pembeli dan penjual jadi hubungannya itu sangat stabil yang berlangsung selama bertahun-tahun.


2. Loyalitas

Sebelum menandatangani sebuah kontrak apa pun, pembeli serta penjual secara bersama-sama merencanakan anggaran, pendapatan, serta tarif mereka. Pada saat kedua belah pihak itu mencapai kesepakatan, maka mereka mengandalkan satu sama lain di dalam hal persediaan dan pembayaran.


3. Lebih Sedikit Biaya

Kedua belah pihak itu menghabiskan banyak waktu guna merencanakan serta mengerjakan detail. Oleh karena itu, tidak ada ruang bagi kesalahan. Hal ini tentu akan menyebabkan seluruhnya berjalan sesuai rencana tanpa mengeluarkan biaya tambahan.


Kekurangan Model Business to Business

Adapun kekurang dari Model Business to business (B2B) ini adalah

1. Lebih Sedikit Pelanggan

Di pasar B2B, kalian tidak akan menemukan banyak pembeli serta penjual seperti yang kalian lihat di pasar B2C. Walaupun pasarnya kecil dengan lebih sedikit pembeli serta penjual, namun pesanan mereka besar.


2. Memakan waktu

Karena pesanan bisnis ke klien bisnis besar, serta hubungan mereka itu sifatnya jangka panjang. Tetapi proses menemukan dan jgua membangun dengan klien B2B ini sangat lama sehingga kalian tidak dapat pergi begitu saja serta  membeli produk dan juga layanan seperti di pasar B2C.


3. Formalitas

Ini juga melibatkan banyak formalitas seperti misalnya dokumentasi, data, negosiasi, serta pertemuan. Terkadang, kalian harus menyuap dan juga membuat kesepakatan di bawah tabel guna menandatangani kontrak.


Contoh Perusahaan E-commerce B2B

Dibawah ini merupakan contoh perusahaan Business To Business (B2B)

  • Amazon
  • Skype
  • Slack

Contoh usaha atau bisnis B2B

Seiring dengan perkembangan sistem perdagangan jenis usaha B2B ini sudah cukup dikenal di kalangan pebisnis. Nah, dibawah ini merupakan beberapa jenis usaha B2B yang diminati di kalangan pebisnis :

  1. Pemasok bahan mentah
  2. Product marketing services
  3. Web development
  4. Sistemasi keuangan atau Jasa Layanan Optimasi Keuangan

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian Business To Business, Jenis, Strategi, Ciri dan Contoh, kami berharap apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Analisis DuPont: Formula, Perhitungan, Dekomposisi, Pro, Kontra
Baca Juga  √ Pengertian Word of Mouth Adalah
Baca Juga  √ Pengertian Etika Bisnis